SELAMAT DATANG DI PSPS KEBANGGAANKU
iklan banner gratis

Berada di posisi manakah PSPS Pekanbaru di ISL musim 2010-2011 ???

PSPS Jadi Tim Musafir ??

Tampaknya tim kebanggaan masyarakat Pekanbaru benar-benar akan bermain di luar Riau atau lebih kita kenal sebagai tim musafir. Hingga kemarin, kekurangan Stadion Kuansing yang dijelaskan utusan PT Liga Indonesia, Lano Mahardika, belum juga dibenahi. Dari pantauan kami di lapangan, tampak jalan menuju stadion masih dalam tahap pengerasan.

Tak hanya itu, jalan untuk masuk pintu utama stadion yang terletak di Desa Sinambek Kelurahan Simpang Tiga, Telukkuantan ini belum selesai dan tak bisa masuk sepeda motor, apalagi mobil atau bus yang mengangkut pemain.

Sementara itu, manajer PSPS Dastrayani Bibra pasrah dengan keputusan Pemkab Kuansing ini. ‘’Saat ini tangan kami di bawah, jadi kalau memang tak bisa dipakai maka kami terpaksa cari stadion lain,’’ ujarnya.

‘’Tapi harapan kami cukup besar PSPS bisa bermain di Stadion Kuansing karena dukungan tetap ada buat PSPS. Kalau di luar seperti di Palembang atauPadang jelas tidak banyak pendukung kita,’’ tambahnya. Lebih lanjut, Bibra mengatakan jika benar Stadion Kuansing belum bisa dipakai maka PSPS akan ke Stadion Jakabaring Palembang atau Stadion H. Agus Salim, Padang.

Minta Perubahan Jadwal Laga Kandang

PSPS Pekanbaru berencana meminta perubahan jadwal laga kandangnya di Liga Super Indonesia musim ini. Tim Asykar Theking sebelumnya mendapat jadwal dari PT Liga Indonesia untuk menjamu Persija Jakarta pada 26 September mendatang. Namun karena pada saat bersamaan Stadion Kuansing dipakai untuk acara Musabaqah Tilawatil Qur'an, PSPS akan meminta untuk menjadi tim tamu di laga-laga awal.

“Kebetulan tanggal itu stadion akan digunakan untuk acara MTQ Provinsi Riau selama seminggu. Jadi kami akan minta perubahan jadwal ke PT Liga,” kata asisten manajer PSPS, Dityo Pramono, Kamis (2/9). “Kalau bisa dalam dua atau tiga laga awal kami main away saja,” ia melanjutkan.

Menurut Dityo, perubahan jadwal dengan melakukan pertandingan tandang di awal musim juga akan membantu manajemen PSPS memperbaiki sarana di Stadion Kuansing. Stadion yang terletak di Kabupaten Kuantan Singingi ini dinilai belum layak oleh PT Liga karena tidak mempunyai kamar mandi dan toilet di ruang wasit.

Jika diberi kesempatan melakukan pertandingan tandang di awal musim, Dityo yakin masalah sarana di Stadion Kuansing akan bisa diatasi. “Mereka mengatakan masalah di Stadion Kuansing hanya soal kamar mandi di ruang wasit. Bagi saya hal ini bukan persoalan prinsip. Saya kira kami sanggup menyediakannya dalam waktu dekat,” ujarnya.

Dityo juga menegaskan bahwa PSPS akan menolak jika disuruh bermain kandang di stadion lain, misalnya Stadion Jakabaring di Palembang sesuai anjuran PT Liga. Bermain kandang di stadion klub lain, kata Dityo, akan membawa kerugian bagi nasib PSPS. “Saya tidak mau kalau main di Pelembang. Saya inginnya tetap di Stadion Kuansing karena kami janji akan perbaiki sarana di stadion itu,” ungkapnya.

Dari jadwal awal yang diajukan PT Liga, PSPS akan menjadi tuan rumah bersama dengan Persijap Jepara (yang akan melawan PSM Makassar), Persibo Bojonegoro (lawan Persiba Balikpapan), Semen Padang (lawan Persipura Jayapura), dan Pelita Jaya Karawang (lawan Persiwa Wamena).

Para peserta Liga Super masih diberi kesempatan oleh PT Liga untuk mengajukan keberatan jadwal sampai dengan 7 September. PSPS, kata Dityo, yakin bahwa PT Liga akan menampung keberatan yang mereka ajukan.

Coba Gelandang Serang Asal Kamerun

Kedatangan bek asing PSPS, Bannaken Bassoken beberapa waktu lalu ternyata membawa angin segar buat tim berjuluk Askar Bertuah yang sedang disibukan dengan perekrutan pemain baru. Pasalnya, kedatangan Bannaken ke Pekanbaru bersama pemain muda yang masih berusia 25 tahun dan kerap menempati posisi gelandang serang. Tetapi, pemilik nama asal Kamerun yakni Dimetri Jegu itu juga mampu menempati posisi striker.

Hingga kini, pemain tersebut sudah menjalani latihan bersama anak buah pelatih Abdulrahman Gurning sejak, Senin (29/8) lalu guna menjalani seleksi pemain. Namun, dari hasil catatan pelatih asal Kisaran, Sumatera Utara itu Dimetri Jegu layak direkrut untuk menutupi kekosogan posisi yang dibutuhkan skuad PSPS.

'Secepatnya akan saya sampaikan kepada manajemen agar Jegu segera direkrut untuk menutupi kekurangan dan kekosongan posisi yang dibutuhkan. Dan memang, posisi yang ditempati Jegu seperti apa yang kita butuhkan,' papar Abdulrahman Gurning kepada kami , Rabu (1/9) pagi tadi di mess wisma Benny.

Lebih jauh dijelaskan pelatih yang akrab disapa Bang Haji itu, pemain asal Kemerun yang memiliki tinggi badan 172 centimeter itu sangat menjanjikan.'Teknik bermainnya jauh lebih baik dari mantan gelandang serang kita musim lalu yakni Chiryl Emile Tchana. Sebab dari hasil pantauan saya, Jegu boleh juga ditandemkan dengan Dzumafo pada posisi striker,' katanya.

Jika Jegu secepatnya berkostum PSPS, dengan begitu kuota untuk pemain asing tim kebanggaan masyarakat Riau itu terpenuhi sudah. Pasalnya setiap tim yang bakal bercokol pada pentas Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 mendatang sebanyak tiga orang. Hanya saja, PSPS masih menyisahkan satu tambahan pemain Asia setelah Shin Hyun Joon resmi bergabung.

'Kemungkinan untuk penambahan pemain Asia masih kita jajaki. Meskipun kita manajemen sudah perekrutan seleksi pemain baru. Tetapi, dengan komposisi pemain yang ada saya yakin kita sudah mampu bersaing dengan kontestan ISL lainnya,' tutup Bang Haji.

Kekurangan Stadion Kuansing Bisa Dilengkapi

Manajemen PSPS Pekanbaru menyatakan tidak memiliki stadion alternatif pengganti menyusul stadion yang diajukan belum memenuhi standar kompetisi Liga Super Indonesia 2010/2011.

"Sampai saat ini kita belum memiliki stadion pengganti Sport Centre Stadium di Kabupaten Kuantang Singingi (Kuansing) yang telah menjalani verifikasi awal PT Liga Indonesia," ujar Direktur Utama PT PSPS, Dityo Pramono, di Pekabaru, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan menyusul keterangan Direktur Utama PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabussala yang menyebutkan PSPS merupakan salah satu dari tujuh tim yang belum memenuhi standarisasi stadion pada kompetisi Liga Super Indonesia sehingga terancam dicoret.

Ketujuh tim itu yakni Persela Lamongan, Semen Padang, PSM Makassar, Persiwa Wamena, Persiba Balikpapan, Persibo Bojonegoro dan PSPS Pekanbaru, yang kesemuanya disarankan mencari stadion alternatif untuk menjadi markas pertandingan putaran pertama musim kompetisi 2010/2011.

"Ya, kalau tak memenuhi syarat stadion itu, maka bisa saja dicoret," kata Andi.

Menurut Dityo, temuan pada verifikasi awal yang dilakukan perwakilan PT Liga Indonesia ketika meninjau Sport Centre Stadium di Kuansing bukan bersifat hal mendasar bagi pelaksanaan pertandingan ketika digelar.

Temuan itu antara lain serah terima stadion dilakukan pada November 2010, sedangkan Liga Super Indonesia bakal diputar 26 September 2010, kemudian ruang tunggu wasit tidak ada kamar mandi serta ruang ganti pemain dan jumpa pers yang tidak dilengkapi mesin pendingin.

"Jadi temuan-temuan itu bukan merupakan yang prinsip seperti stadion milik Persiwa Wamena yang memang tidak layak, sedangkan kekurangan di stadion kita masih dilengkapi," jelasnya.

PT Liga Indonesia dijadwalkan bakal melakukan verifikasi menyeluruh pada tanggal 1-5 September 2010 terhadap stadion tim-tim peserta Liga Super Indonesia yang bakal dijadikan sebagai kandang dalam menjamu tim tamu.

Diancam Dicoret Banaken Langsung Datang

Manajemen PSPS Pekanbaru beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan ancaman serius buat pemain asing asal Kamerun, Banaken Bassoken yang sering mengisi sektor lini belakang kerena keterlambatannya bergabung bersama rekannya di Pekanbaru. Ancaman serius itupun diberikan manajemen apabila hingga akhir pekan lalu dirinya tidak segera bergabung di Pekanbaru bakal didepak dari skuad Askar Bertuah.

Ternyata, ancaman itu membuat Bannaken menjadi ketir hingga menepati janjinya untuk datang ke Pekanbaru, Senin (30/8) sore lalu dan langsung bergabung latihan. Sebenarnya, Bannaken bukan hanya sekali ini saja berbuat ulah, musim lalu dirinya sempat menghilang selama satu bulan dan meninggalkan PSPS saat menghadapi lawannya hingga 4 kali pertandingan.

Pelatih Abdulrahman Gurning sebenarnya sudah gerah atas ulah anak buahnya itu. Tetapi, dirinya mengaku tidak bisa berbuat banyak berhubung bek asal Kamerun itu masih dibutuhkan olehnya.

'Kalau ditanya gerah atas ulahnya selama ini, rasanya siapa pelatih setiap tim pastilah gerah. Tetapi itu bukan kewenangan saya untuk memberinya sanksi tegas administrasi. Namun, kalau untuk sanksi yang berhubungan dengan teknik di lapangan saya selalu memberikanya sanksi hingga tidak memberikannya kesempatan untuk tampil dibeberapa pertandingan pada musim lalu,' ujar Abdulrahman Gurning kepada kami, Selasa (31/8) kemarin.

Tetapi, kali ini pelatih yang akrab disapa Bang Haji itu tidak lagi mempersoalkan masalah keterlambatan Bannaken bergabung bersama anak buahnya yang lain. Sejauh ini Bang Haji hanya memfokuskan agar mussim depan anak buahnya tampil dengan solid.

'Saya hanya berharap pengalaman ini tidak lagi diulangi oleh Bannaken. Dan saya berharap manajemen memberikannya peringatan keras menatap musim depan kepadanya. Bila perlu antara Bannaken dengan menajemen harus membuat kesepakatan tertulis yang terterah didalam surat perjanjian kontrak apabila dirinya kembali berbuat ulah tidak ada lagi kata toleransi,' harap pelatih asal Kisaran, Sumaterta utara itu.

BERITA TERPOPULER

Video Ketajaman Dzumafo Musim Lalu