SELAMAT DATANG DI PSPS KEBANGGAANKU

Berada di posisi manakah PSPS Pekanbaru di ISL musim 2010-2011 ???

Target Lima Besar Pupus Sudah

Pupus sudah harapan PSPS untuk memenuhi target berada di lima besar Liga Super musim ini. Pasalnya, kesempatan mendulang poin dari Deltras Sidoarjo justru terbuang sia-sia. Bahkan, PSPS kalah dengan skor 3-4 pada laga yang dimainkan di Gelora Deltra Sidoarjo, Kamis (9/6).

Kekalahan ini membuat PSPS terpaku di peringkat tujuh dengan mengumpulkan 33 poin. Meski menyisakan dua laga lagi, langkah
PSPS untuk finish di lima besar sudah tamat karena sudah tak bisa lagi mengejar nilai Sriwijaya FC yang kini ada di peringkat lima dengan nilai 41.

‘’Namun, kami optimis minimal ada di 10 besar klasemen akhir nantinya. Mudah-mudahan ada hasil bagus dari dua laga tersisa,’’ ujar manajer PSPS, Dastrayani Bibra saat dihubungi Riau Pos, Kamis (9/6).

Ide, panggilan akrabnya, menyesali penampilan Dzumafo Epandi Herman dkk saat melawan Deltras kemarin. ‘’Anak-anak tampil di bawah form. Padahal, saat lawan Sriwijaya FC mereka tampil bagus meski kalah 1-2. Lini depan merupakan masalah utama,’’ tutur mantan pemain PSPS ini.

Dalam laga kemarin, PSPS dikejutkan dengan penampilan agresif Aman Saragih dkkf. Krisis keuangan yang membayangi tim ini sebelum laga berlangsung tak terlihat di atas lapangan. Laga baru berjalan tiga menit, Deltras sudah unggul melalui tendangan bebas Park Chan-young yang tak bisa diantisipasi kiper Fance Hariyanto.

Gol ini memicu motivasi pemain Deltras untuk memperbesar keunggulannya. Serangan yang dibangun membuat barisan belakang PSPS keteteran dan melakukan kesalahan sendiri. Ini terbukti lewat gol bunuh diri Alamsyah Nasution yang coba menghalau bola tendangan Cristiano Lopez di menit ke-13.

Unggul dua gol sebelum laga berjalan setengah jam makin membuat PSPS tertekan. Strategi serangan balik yang diterapkan PSPS Abdul Rahman Gurning membuahkan hasil tiga menit jelang babak pertama berakhir. Sundulan Dzumafo nyaris merobek jala Deltras, tapi masih bisa dihalau Zainuri. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Gurning mengubah skema permainan, dan memilih bermain agresif untuk mengejar defisit dua gol. Perubahan ini membuat PSPS berhasil menjebol gawang Yanuar Tri Firmanda pada menit ke-58 lewat sundulan Putut Waringin Jati.

Namun, Deltras kembali memperbesar keunggulan melalui eksekusi penalti Marcio Souza pada menit ke-76. Ini karena pelanggaran Septia Hadi terhadap Marcio Souza. Berselang delapan menit, gelandang Deltras Fery Aman Saragih mencetak gol untuk membawa Deltras unggul 4-1 di menit ke-84.

Di sisa waktu enam menit, PSPS tak mau menyerah untuk mengejar ketinggalan. Alhasil, dalam rentang waktu dua menit, PSPS mampu memperkecil ketertinggalannya lewat gol Patrice Nzekou menit ke-86 dan April Hadi menit ke-88.

Asisten pelatih PSPS Pekanbaru, Afrizal mengatakan memang banyak kendala yang perlu dibenahi tim secara keseluruhan untuk menghadapi dua laga sisa menghadapi Persela dan Persija.

Pasalnya, begitu mudahnya tim lawan membobol gawang Fance Hariyanto.

‘’Kendalanya penyelesaian akhir yang masih lemah dan lawan begitu mudah mencetak gol. Ini akan jadi pekerjaan rumah yang berat bagi kami sebagai pelatih,’’ kata Afrizal. (riaupos.com)

PSPS Evaluasi Pertahanan

Gawang PSPS yang dikawal Fance Haryanto empat kali dikoyak pemain-pemain The Lobster Deltras, dan hanya mampu dibalas tiga kali oleh tim besutan Abdul Rahman Gurning itu.

Meski kebobolan empat gol, Fance tetap mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pelatih. Itu karena banyak peluang lawan yang dimentahkannya. Yang mendapat perhatian serius justru lini belakang yang kurang koordinasi dan komunikasi.

“Empat gol yang tercipta tadi (kemarin) lebih karena lemahnya koordinasi di lini pertahanan. Namun kami tidak akan menyalahkan individu. Ini justru menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan di dua laga tersisa,” jelas asisten pelatih PSPS, Afrizal saat dihubungi Riau Pos, Kamis (9/6).

Satu dari empat gol Deltras kemarin, tercipta karena gol bunuh diri Sulaiman Alamsyah Nasution pada menit ke-19. Fance yang tidak berada di posisi yang benar terkejut dengan bola liar dari Alamsyah dan gagal mengamankan gawangnya dari kebobolan. Dari dua tandang terakhir, gawang Fance sudah kebobolan enam gol. Apakah Fance akan dipertahankan sebagai starting eleven atau Dede Sulaiman yang bakal diturunkan?

“Dua kiper ini hampir sama kualitasnya. Mereka sama-sama punya kelebihan dan kekurangan. Kami telah memberi kesempatan kepada Fance untuk membuktikan kualitasnya. Namun dalam partai selanjutnya, kita akan melihat kesiapan dari keduanya. Apakah Dede bisa diturunkan, kita lihat hasil latihan dulu,” ujarnya. (riaupos.com)

Dedi Gusmawan Tunda Bulan Madu

Menunda bulan madu merupakan konsekuensi yang harus diterima pemain sepakbola yang melangsungkan pernikahan ketika kompetisi sedang berlangsung. Hal inilah diterima bek tangguh PSPS, Dedi Gusmawan.

Ya, pemain kelahiran Tanjung Morawa, Sumatera Utara ini baru saja mengakhiri masa lajangnya, Jumat (3/6) lalu. Dedi melakukan akad nikad di Dolok Merangin Sumatera Utara dan resepsi pernikahan digelar Sabtu (4/6).

Dedi menikahi Rita Dwi Sarindra, wanita yang dikenalnya sejak dua tahun lalu. Pemain kelahiran 27 Desember 1985 ini harus menunda bulan madunya karena harus membela PSPS menjalani tiga laga tandang terakhir.

Bahkan sejak Senin (6/6) malam, Dedi sudah bergabung dengan pemain PSPS lainnya di Jakarta dan berangkat ke Sidoarjo, Selasa (7/6).

‘’Ya, sudah di Sidoarjo bersama tim. Sebagai pemain profesional saya harus menerima konsekuensi menunda bulan madu. Istri saya juga mengerti kondisi ini,’’ ujar pemain yang sudah tiga musim membela PSPS ini.

Lantas kapan bulan madu? ‘’Mungkin setelah kompetisi berakhirlah. Sekarang saya juga harus fokus membela PSPS di tiga laga laga terakhir,’’ tambah pemain yang pernah dipanggil seleksi timnas Indonesia ini.(riaupos.com)

Jelang Lawan Deltras, PSPS Tambah Amunisi

PSPS akan menghadapi Deltras Sidoarjo di Stadion Gelora Sidoarjo, Kamis (9/6). Tim berjuluk Askar Bertuah itu menambah amunisi jelang laga ini. Empat pemain yang ditinggalkan saat laga lawan Sriwijaya FC bergabung di Jakarta. Mereka adalah Danil Junaidi, Victory Yendra, Bayu dan Dedi Gusmawan. Danil, Victory dan Bayu bergabung sejak 2 Juni lalu, sedangkan Dedi yang baru melangsungkan pernikahan bergabung, Selasa (6/6) malam.

Selain karena menikah, Dedi tak dibawa saat lawan Sriwijaya FC karena ia menjalani hukuman akumulasi kartu kuning bersama Danil Junaidi. Sedangkan Victory dan Bayu memang ditinggalkan karena keperluan tim.

‘’Semua pemain kami bawa, termasuk pemain yang belum pernah main karena setelah tiga laga tandang ini kami tak main lagi. Ini sudah menjadi kebiasaan untuk menambah pengalaman pemain,’’ ujar asisten pelatih PSPS, Afrizal.

Selain itu, kebijakan ini diambil untuk menambal absennya Fajar Handika dan Agus Cima yang harus menjalani hukuman akumulasi serta mengantisipasi jika ada pemain lain yang akumulasi kartu kuning. Seperti diketahui ada lima pemain terancam kena akumulasi kartu dan bisa absen saat lawan Persela Lamongan, 12 Juni.

‘’Kami tetap tampil full team meski tanpa Fajar dan Cima karena Dedi sudah gabung. Kami akan habis-habisan saat lawan Deltras. Pasalnya kesemptan untuk mendapatkan poin ada saat lawan Deltras dibandingkan lawan Persela dan Persija,’’ ujarnya.

PSPS resmi berada di Sidoarjo, Selasa (7/6) kemarin. Rencananya, tim besutan Abdul Rahman Gurning ini akan melakukan uji coba lapangan, Rabu (8/6) petang ini. (riaupos.com)

Berharap Fance Maksimal

SETELAH gagal mempertahankan rekor seri menghadapi Arema Indonesia dengan kebobolan empat gol, PSPS kembali menghadapi salah satu tim kuat lainnya yakni Persib Bandung, Senin (18/4), di Stadion Siliwangi Bandung. Harapan ditumpukan di bawah mistar gawang agar tidak kebobolan banyak gol lagi.

Fance Haryanto bakal dipercaya tim pelatih untuk menjadi orang terakhir di bawah mistar untuk membendung striker Persib, Cristian “El Locco” Gonzales. Ketajaman penyerang Timnas Indonesia ini pun tak bisa diragukan lagi. Fance dipercaya karena Dede Sulaiman mengalami sedikit cedera di bibir dan paha dalam laga sebelumnya.

Untuk itu, Fance diharapkan mampu bermain maksimal dan menunjukkan kualitasnya. Laga ini hanya berselang dua hari sesudah pertandingan di Malang kemarin. Kondisi fisik yang lelah setelah menempuh perjalanan juga harus dapat diimbangi para pemain dengan istirahat.

“Selain untuk rotasi, Dede sengaja diistirahatkan untuk menjaga kondisi dan memulihkan cedera ringan yang dialaminya. Di awal kami akan percayakan kepada Fance,” ungkap Indra Surya, pelatih kiper PSPS saat dihubungi Riau Pos, Ahad (17/7).

PSPS yang mempunyai rekor bagus ketika berlaga di Stadion Siliwangi diharapkan dapat meraih poin agar beranjak dari papan bawah karena lawan-lawan tandang selanjutnya cukup berat meraih poin.

“Tidak ada latihan lagi, karena jeda waktu yang sangat singkat. Pemain sengaja diistirahatkan setelah menempuh perjalanan jauh, agar dapat maksimal saat melawan Persib besok (hari ini, red),” ujar pelatih Abdul Rahman Gurning.

BERITA TERPOPULER

Video Ketajaman Dzumafo Musim Lalu